√ Apa Itu Arsitektur Klasik 2021 : Pengertian, Klasifikasi & Ciri

Apa Itu Arsitektur Klasik – Seperti yang sudah kalian ketahui, kata klasik dapat menggambarkan suatu karya yang memiliki nilai keabadian dan nilai mutu atau kualitas yang tinggi. Biasanya kata ini melekat kepada bangunan-bangunan kuno dengan gaya Yunani atau Romawi.

Umumnya bangunan klasik ini karyanya terpusat pada karya seni pahat dengan bentuk kolosal. Bangunan-bangunan tersebut juga memiliki fungsi sebagai visualisasi dari agama atau kepercayaan lainnya, kitab suci serta sebagai sarana ritual keagamaan.

Aristektur klasik sendiri dapat diartikan sebagai gambaran atau ungkapan perjalanan sejarah dari arsitektur Eropa. Selain itu, karya-karya klasik tersebut juga dibuat dengan tujuan dan teknik khusus yang memiliki nilai arsitektur tinggi dan first class.

Namun, bagi kalian yang awam di dunia konstruksi atau properti tentu belum paham benar mengenai apa itu arsitektur klasik. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai arsitektur klasik mulai dari pengertian, klasifikasi hingga ciri-cirinya.

Apa Itu Arsitektur Klasik 2020 : Pengertian, Klasifikasi & Ciri

Apa Itu Arsitektur Klasik

Biasanya bangunan-bangunan bergaya klasik ini identik dengan pilar-pilar besar yang menjulang tinggi. Daripada kalian penasaran, langsung saja simak pembahasan apa itu arsitektur klasik berikut ini.

Apa Itu Arsitektur Klasik

Arsitektur klasik dapat didefinisikan sebagai sebuah gaya desain yang menunjukkan arsitektur dengan prinsip-prinsip Yunani dan Romawi kuno. Selain prinsip-prinsip tersebut, bangunan atau RUMAH KLASIK juga kadang berasal dari karya-karya vitruvius. Arsitektur klasik juga dapat diartikan sebagai arsitektur yang lahir dan berkembang serta pernah berjaya pada zaman klasik atau zaman seni rupa klasik.

Klasifikasi Arsitektur Klasik

Setelah mengerti apa itu arsitektur klasik, kalian juga harus mengetahui bahwa berdasarkan tempat dan rentan waktunya bangunan bergaya klasik dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis. Jenis-jenis tersebut di antranya yaitu seperti berikut ini.

Arsitektur Klasik Yunani

Arsitektur Klasik Yunani

Arsitekut klasik Yunani merupakan akar dari arsitektur Barat yang ditandai dengan munculnya Kuil Parthenon yang menjadi ikon dari zaman ini. Bentuk bangunannya juga dipengaruhi oleh kepercayaan politheisme yang dianut oleh masyarakatnya.

Arsitektur Klasik Romawi

Arsitektur Klasik Romawi

Jenis yang satu ini memiliki tingkat peradaban dan teknologi yang lebih tinggi dari Yunani. Meskipun demikian, bentuk dasar arsitektur klasik Romawi ini tetap mengambil beberapa bentuk dari Yunani. Periode romawi ini ditandai dengan hadirnya Kuil Pantheon sebagai simbol yang terkenal.

Ciri-Ciri Arsitektur Klasik

Ciri

Di atas sudah kami jelaskan definisi dari masing-masing jenis arsitektur klasik. Berikut juga akan kami jelaskan ciri-ciri dari bangunan dari kedua jenis tersebut, yaitu bangunan Yunani dan Romawi.

Arsitektur Klasik Yunani

  • Menggunakan struktur dinding masif dengan material BATU ALAM yang dibuat dengan potongan persegi dan ditumpuk. Cahaya pada bangunan ini juga hanya datang dari pintu depan saja.
  • Pada kolom di luar bangunan menggunakan struktur tumpuk yang di atasnya terdapat balok horizontal atau disebut dengan entablature.
  • Pada hubungan antara entablature dan kolom umumnya diberikan ornamen tambahan berupa ukiran yang dikenal dengan gaya Doric.
  • Entablature juga menopang struktur pediment atau struktur utama penyangga atap yang terbuat dari susunan batu.
  • Terdapat deretan kolom di luar dinding bangunan yang akan memberikan kesan megah sevara visual.
  • Penganut aliran arsitektur klasik Yunani menganggap bahwa tanda-tanda yang terjadi di alam merupakan sebuah perlambang kehadiran para dewa. Oleh karena itu, kuil pun dibuat seolah-olah terbuka dan tidak masif serta selalu berusaha dekat dengan alam.

Arsitektur Klasik Romawi

  • Menggunakan teknologi pembuatan busur dengan struktur batu yang ditumpuk , entah itu pada bukaan seperti pintu atau jendela ataupun pada bagian kepala bangunan.
  • Busur yang diterapkan pada bagian atas bangunan biasa disebut dengan struktur kubah monolit.
  • Kuil Pantheon mempunyai lubang pada puncak kubah yang berguna sebagai sarana atau tempat masuknya cahaya dari atas.
  • Struktur busur batu juga diaplikasikan dalam pembuatan gerbang sebagai lambang kemenangan dan kejayaan. Orang-orang periode Romawi ini sering membuat gerbang besar di perbatasan menuju wilayah yang telah ditaklukannya.
  • Memiliki variasi kolom yang lebih estetis dari arsitektur klasik Yunani.
  • Berbeda dengan Yunani, kolom pada arsitektur Romawi ini sudah mulai menempel atau tidak terpisah pada dinding bangunannya.

Contoh Bangunan Arsitektur Klasik

Contoh Bangunan

Setelah kalian paham mengenai apa itu arsitektur klasik, jenis-jenis hingga ciri-cirinya, kalian juga harus tahu contoh bangunannya. Di atas merupakan salah satu bangunan klasik yaitu Gereja St. Paul’s Catherdal yang bertempat di London.

Bangunan tersebut menjadi salah satu bangunan penting yang memperindah cityscape dari kota London dengan kubahnya yang ikonik. Selain menjadi tempat untuk beribadah, bangunan klasik tersebut juga saat ini menjadi daya tarik wisata tersendiri di kota London.

Perlu kalian ketahui, gaya arsitektur klasik ini mendominasi arsitektur Barat untuk jangka waktu yang sangat lama. Jadi, dapat dikatakan bahwa teori zaman kuno klasik ini dianggap sebagai sumber utama inspirasi para arsitektur di Barat untuk sejarah arsitektur modern.

Itulah sekiranya yang dapat Ahlikuli.com sampaikan mengenai apa itu arsitektur klasik lengkap dengan jenis, ciri-ciri hingga contoh bangunannya. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian semua di dalam dunia arsitektur bangunan.