√ Apa Itu Sloof 2021: Pengertian, Fungsi, Jenis & Metode Pengerjaan

Apa Itu Sloof – Membangun sebuah bangunan tentunya harus lengkap, dimana harus ada sloof, kolom dan juga ring baik dengan ikatan sambungan kaku, stabil dan homogen.

Sloof sendiri merupakan elemen struktur yang ada diatas pondasi bangunan. Sloof juga berfungsi memperkuat rangkaian dinding pasangan bata, sebagai penyalur atau perata beban yang diterima oleh pondasi.

Selain itu, sloof juga mampu mengokohkan sistem pondasi itu sendiri. Perlu kalian ketahui juga bahwa sloof sendiri memiliki beberapa jenis yang perlu dan wajib kalian ketahui.

Berbicara mengenai sloof, pada pembahasan kali ini ahlikuli.com akan membahas mengenai pengertian sloof, jenis sloof, fungsi dan juga metode pengerjaan sloof. Daripada penasaran mengenai sloof, langsung saja simak ulasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Sloof: Pengertian, Fungsi, Jenis & Metode Pengerjaan

Apa Itu Sloof

Untuk bangunan rumah tinggal tembokan yang sederhana, pemakaian sloof, kolom praktis dan ring balok yang dibuat dari beton bertulang dan disatukan dengan pasangan bata adalah kunci dari ketahanan gempa.

Pondasi tapak dan juga sloof juga merupakan perpaduan yang wajib dan harus stabil. Hal ini dikarenakan rumah memiliki beban yang berat. Lebih jelasnya simak pengertian sloof berikut ini.

Pengertian Sloof

Sloof adalah sebuah elemen struktural dari bangunan yang terletak diatas pondasi yang mampu menahan beban struktur lain yang ada di atasnya ke struktur dengan menolak membungkuk.

Rangka bangunan yang terdiri dari kolom, balok sloof dan juga balok ring semuanya terbuat dari beton bertulang dan saling berhubungan sehingga membentuk konstruksi ruang.

Konstruksi ini nantinya dapat menahan goyangan gempa, sehingga kerusakan bangunan akibat bencana gempa dapat diminimalisir.

Fungsi Sloof

Fungsi Sloof

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas, Sloof sendiri memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sloof dapat juga dikatakan sebagai tulangnya pondasi, yakni sebagai penahan yang membantu pondasi dari beban di atasnya.
  • Sloof menjadi tempat menempelnya pasangan batu merah atau batako dan sejenisnya.
  • Sebagai tempat berdirinya dinding atau tempat menempelnya pasangan batu merah agar batu merah tidak mudah retak atau patah. Jika sloof patah maka ada pondasi yang menopang dinding.
  • Menyalurkan beban dinding ke pondasi.
  • Sebagi pengunci dinding agar apabila terjadi pergerakan pada tanah, dinding tidak roboh.

Jenis-Jenis Sloof

Ada beberapa jenis sloof yang banyak digunakan, dimana setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Untuk jenisnya, kalian dapat simak di bawah ini.

1. Konstruksi Sloof Beton Bertulang

Sloof Beton Bertulang

Konstruksi yang satu ini dapat digunakan diatas pondasi batu kali jika pondasi tersebut dimaksudkan untuk sebuah rumah ataupun tidak bertingkat dengan perlengkapan kolom praktis di jarak dinding kurang lebih 3 meter.

Untuk ukuran lebar dan juga tingginya, sloof beton bertulang ini biasanya berukuran lebih dari 15/20 cm. Konstruksi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai balok pengikat pada pondasi tiang.

2. Konstruksi Sloof Batu Bata

sloof batu bata

Jenis yang kedua adalah konstruksi sloof batu bata. Konstruksi ini dibuat dari susunan batu bata yang dipasang dengan cara melintang dan diikat dengan adukan pasangan dengan perbandingan 1 bagian semen dan 4 bagian pasir. Konstruksi rollag ini tidak memenuhi syarat untuk membagi beban.

3. Konstruksi Sloof Kayu

Sloof Kayu

Dan jenis yang terakhir adalah konstruksisloof kayu. Sloof dalam konstruksi ini dapat dibentuk sebagai balok pengapit. Apabila sloof terletak diatas pondasi lajur dari batu atau beton, maka dipilih balok tunggal.

Nah itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai apa itu sloof yang dapat kalian simak diatas. Baiklah, mungkin hanya ini saja yang dapat ahlikuli.com sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua. Baca juga artikel lainnya mengenai PONDASI CAKAR AYAM dipostingan sebelumnya.